Tekanan Darah Normal untuk Anak-Anak, Remaja dan Dewasa

Tekanan darah ialah ukuran yang menentukan seberapa kuat jantung anda untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Angka pada tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah dalam pembuluh arteri, ketika darah dipompa keseluruh tubuh. Tekanan darah normal mengindikasikan kebugaran serta kesehatan tubuh. Tekanan darah yang terlalu rendah dan terlalu tinggi tidak baik bagi tubuh, karena dapat meningkatkan peluang penyakit kronis.
Tekanan Darah Normal

Bagaimana Cara membaca Angka Tekanan Darah ?

Ketika petugas medis memeriksa tekanan darah anda, maka hasil yang keluar adalah 2 angka, yakni angka bawah (diastolik), dan angka atas (sistolik), yang biasanya dipisahkan oleh garis miring. Misalnya 120/80 mmHG (dibacanya 120 per 80 milimeter air raksa).

Tekanan sistolik adalah jumlah tekanan darah di arteri selama otot jantung berkontraksi (memompa kuat isinya). Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah saat otot jantung relaksasi (mengembang untuk mengisi volume). Kedua angka tekanan darah tersebut, sangat penting dalam menentukan keadaan kesehatan jantung.

Tekanan darah tidak selalu stabil, ataupun menetap di angka yang itu-itu saja, tergantung kondisi tubuh saat ini, apa yang sedang anda lakukan dan rasakan. Meskipun hanya sekedar perubahan posisi, dari duduk ke posisi berbaring ataupun sebaliknya, sudah dapat mempengaruhi tensi normal yang ada di dalam darah anda. Pola tekanan darah juga akan selalu berubah-ubah, seperti akan mulai tinggi pada pagi hingga siang hari, lalu mencapai pada puncaknya pada sore hari, kemudian kembali turun pada saat malam hari.

Penyebab naik turunnya tekanan darah

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi naik turunnya tekanan darah anda :

1. Stres yang berlebihan

Stres yang berlebih jika dibiarkan, seiring berjalannnya waktu akan dapat menurunkan kinerja pembuluh darah serta sistem jantung, sehingga dapat menyebabkan masalah tekanan darah permanen.

2. Kebiasaan minum kopi dan merokok

Kebiasaan ini akan memicu resiko tekanan darah yang semakin meningkat di pagi hari.

3. Kerja hingga larut malam

Apabila anda sering bekerja hingga larut malam atau sering begadang, kondisi ini akan sangat berperan menyebabkan perbedaan tekanan darah, sehingga pada saat pagi hari tekanan darah akan meningkat.

4. Obat - obatan yang sedang dikonsumsi

Beberapa jenis obat-obatan tertentu yang sedang anda konsumsi juga dapat mempengaruhi meningkatnya tekanan darah, yang kemudian menyebabkan perbedaan tekanan darah. Misal, obat flu, obat kulit serta alergi, obat asma, dan lain sebagainya.

Berapakah Tekanan Darah yang Normal

1. Tekanan darah normal pada anak-anak dan bayi

Tekanan darah normal pada anak akan sulit untuk dihitung, karena setiap pertumbuhan akan memiliki angka yang berbeda. Misalnya pada bayi yang baru lahir, tekanan normalnya biasanya pada angka 90/60 mmHG. Ketika anak berusia 3 hingga 12 tahun, tekanan pun berubah mencapai angka 104/113 mmHG, dan 119/127 mmHG. Ketika masa ini, tekanan darah yang normal akan selalu berubah secara bertahap mengikuti masa pertumbuhannya.

2. Tekanan darah normal pada remaja, dewasa, dan lansia

Ketika seseorang mulai memasuki jenjang remaja hingga dewasa, tekanan darah yang normal tidak lagi berubah-ubah seperti saat usia anak-anak. Ukuran tekanan darah normal pada usia remaja, dewasa, dan lansia adalah tetap yakni 120/80 mmHG.

3. Tekanan darah normal pada wanita serta ibu hamil

Tekanan darah yang normal pada wanita ataupun ibu hamil cenderung sama, yaitu pada angka 120/80. Namun pada ibu hamil tekanan darah akan terus mengalami penurunan dan peningkatan, karena faktor hormon yang meningkat. Sebab itulah tekanan darah pada ibu hamil harus selalu diperhatikan, lakukan pengecekan secara rutin agar tidak membahayakan ibu dan bayinya nanti.

Masalah pada Tekanan Darah

Tekanan darah bermasalah apabila tekanan darah anda berada di atas atau di bawah batas tekanan darah normal. 2 jenis masalah tekanan darah yaitu, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tekanan darah rendah (hipotensi). Berikut perbedaan kedua masalah tekanan darah tersebut :

A. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi 120/80 mmHG, misalnya pada angka 150/80 mmHG. Pada kondisi ini, jantung dipaksa untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan lebih keras, kondisi tersebut pastinya akan dapat membahayakan tubuh. Gejala dari hipertensi :
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Sesak nafas
  • Nyeri dada
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan irama jantung
  • Adanya darah dalam urin

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer dapat disebabkan oleh faktor usia, obesitas, faktor genetik, alkohol dan rokok, terlalu banyak konsumsi garam, kekurangan kalium, serta kurang olahraga.

Sedangkan hipertensi sekunder biasanya disebabkan oleh kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu, sleep apnea, kecanduan alkohol, penyakit ginjal, gangguan kelenjar tiroid, dan tumor kelenjar adrenal.

Komplikasi pada tekanan darah tinggi dapat memicu berbagai macam penyakit, seperti pecah pembuluh darah, gagal jantung, stroke, arteri perifer, dan juga gangguan aliran darah ke otak. Penanganan hipertensi dapat menggunakan obat-obatan serta perubahan pola hidup sehat.

B. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Hipotensi adalah kebalikan dari hipertensi, yaitu tekanan darah berada di bawah batas normal, sehingga menyebabkan terhambatnya aliran darah ke otak, serta organ tubuh lainnya. Gejala dari hipotensi :
  • Hilang keseimbangan
  • Lemas
  • Mual
  • Pusing
  • Pandangan kabur
  • Nafas pendek
  • Dehidrasi
  • Detak jantung kencang dan tidak teratur
  • Pucat bahkan hingga pingsan

Gejala-gejala di atas muncul sesuai seberapa rendah tekanan darah pada seseorang. Ada beragam penyebab dari hipotensi mulai dari kehamilan, hormon tidak seimbang, gangguan saraf, dehidrasi, anemia, efek dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pendarahan hebat, terlalu lama berdiri, gangguan jantung, sepsis, dan hipotensi ortostatik.

Penderita  hipotensi biasanya dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih, makan dalam porsi kecil-kecil, jangan terlalu lama berdiri, serta menghindari obat-obatan dengan efek samping menurunkan tekanan darah. Hipotensi dapat memicu berbagai komplikasi penyakit, seperti serangan jantung, gagal ginjal, usus iskemia, serta syok akibat kehilangan banyak darah dan cairan.

Cara menjaga tekanan darah agar tetap normal

Pencegahan terhadap penyakit kardiovaskular sangat penting, seiring bertambahnya usia. Ketika usia sudah mencapai diatas 50 tahun, tekanan sistolik akan cenderung merangkak naik, sehingga resiko penyakit jantung koroner semakin mengancam. Berkonsultasi dengan dokter menjadi sangat penting, untuk mengetahui bagaimana cara mengelola kesehatan secara keseluruhan, agar terhindar dari penyakit hipertensi.

Berikut langkah-langkah untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal

1. Bagi anda yang memiliki darah tinggi

a. Berolahraga

Agar tekanan darah yang normal selalu terjaga, maka rutinlah berolahraga. Lakukan olahraga secara rutin setiap hari minimal selama 30 menit, seperti berjalan, lari pagi, berenang, maupun bersepeda.

b. Jagalah berat badan agar tetap ideal

Kelebihan berat badan akan sangat berpengaruh pada kinerja jantung dan pembuluh darah. Apabila anda memiliki berat badan berlebih, maka segera turunkan. Pertahankan berat badan ideal anda, untuk menjaga agar tekanan darah selalu normal.

c. Mengelola stres

Pikiran yang rileks dan tenang akan membuat jantung anda juga rileks, begitupun sebaliknya. Sehingga kerja jantung dan tekanan darah juga akan sangat dipengaruhi oleh masalah pikiran atau psikis.

d. Kurangilah asupan sodium atau garam natrium

Batas konsumsi garam bagi orang dewasa dengan tekanan darah normal, seharusnya tidak lebih dari 2.300-2.400 mg atau setara dengan 1 sendok teh per hari. Sedangkan bagi yang sudah menderita hipertensi, harus membatasi asupan sodium hingga maksimal 1.500 mg per hari, hindari makanan olahan yang bergizi rendah sedangkan sodium dan lemaknya tinggi.

e. Kurangilah asupan kafein

Bagi anda yang memiliki hobi minum kopi namun memiliki tekanan darah tinggi, maka mulailah membatasinya. Karena kafein yang terkandung di dalam kopi juga dapat mempengaruhi detak jantung dan tekanan darah.

f. Berhentilah mengkonsumsi alkohol dan rokok

Kedua kebiasaan buruk ini biasanya berjalan beriringan. Mengkonsumsi alkohol dan rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung dan sangat berpengaruh pada tekanan darah anda. Apabila anda ingin selalu memiliki tekanan darah yang normal, maka segeralah berhenti dari kedua kebiasaan buruk ini.

g. Makanlah makanan yang sehat dengan gizi berimbang

Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayur, buah, daging, ikan, kacang, susu rendah lemak, serta biji-bijian utuh, dapat membantu tubuh agar terhindar dari hipertensi. Hindarilah mengkonsumsi makanan-makanan siap saji, makanan dalam kaleng, dan makanan yang kurang sehat lainnya.

2. Sedangkan bagi anda yang memiliki tekanan darah rendah

a. Perbanyaklah minum air

Selain mencegah dehidrasi, banyak minum air dapat membantu meningkatkan tekanan darah anda. Oleh sebab itu, cukupilah kebutuhan cairan anda setiap hari.

b. Menambahkan garam lebih ke dalam makanan

Berbeda dengan penderita darah tinggi yang harus membatasi konsumsi garam, penderita darah rendah justru harus menggunakan garam lebih banyak. Meskipun begitu, anda dapat mengkonsultasikannya dulu dengan dokter, berapakah jumlah yang harus anda konsumsi.

c. Cek tekanan darah secara rutin dan berkala

Kondisi dimana tekanan darah tidak normal dapat terjadi kapan saja. Dengan mengetahui berapa tekanan darah anda, maka anda dapat mengantisipasi untuk menormalkan tekanan darah anda.

Baik hipertensi maupun hipotensi dapat berbahaya dan mengancam nyawa apabila tidak ditangani dengan tepat, karena dapat menyebabkan komplikasi penyakit pada tubuh. Ubahlah pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup yang sehat sejak dini.

Demikian artikel tentang Tekanan Darah Normal. Semoga barmanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Tekanan Darah Normal untuk Anak-Anak, Remaja dan Dewasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel