Denda BPJS Kesehatan Bila Telat Bayar Iuran

Denda BPJS Kesehatan
Sudah banyak masyarakat yang bisa memahami dan merasakan pentingnya menjadi peserta BPJS kesehatan. Terlihat dari antusiasme masyarakat yang melakukan pendaftaran di kantor-kantor pelayanan BPJS kesehatan di seluruh Indonesia.

Namun seiring berjalannya waktu banyak peserta BPJS yang iurannya mengalami penunggakan. Sehingga banyak yang menanyakan “Adakah denda BPJS kesehatan bagi yang menunggak pembayaran iuran bulanan ?”

Denda BPJS Kesehatan

Peraturan BPJS kesehatan yang lama apabila peserta menunggak iuran selama 3 bulan, maka status kepesertaannya akan dinonaktifkan dan akan dikenakan denda 2% per bulan. Besarnya 2% akan dikalikan jumlah tunggakannya.

Seiring berjalan waktu pemerintah akhirnya merubah peraturan denda ini, karena defisit yang dialami oleh negara. Yaitu jumlah iuran yang masuk lebih kecil dibandingkan jumlah pembayaran manfaat kesehatan. Defisit ini mengancam keberlangsungan BPJS Kesehatan. Lalu apakah yang menyebabkan defisit :
  1. Banyaknya peserta yang hanya membayar iuran ketika akan menggunakan layanan BPJS kesehatan. Sehingga mengakibatkan besarnya tunggakan BPJS kesehatan. 
  2. Didalam satu keluarga terkadang hanya anggota keluarga yang berobat saja yang membayar iuran BPJS kesehatan.
  3. Banyaknya masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS kesehatan.
Itulah yang akhirnya membuat pemerintah merubah peraturan mengenai denda dan sanksi bagi peserta BPJS kesehatan yang menunggak.

Peraturan baru denda BPJS Kesehatan

Peraturan resmi terbaru ditetapkan pada tanggal 1 Juli 2016, dalam peraturan tersebut dijelaskan apabila peserta telat membayar iuran lebih dari sebulan maka tidak akan dikenakan denda, tetapi akan langsung dinonaktifkan status kepesertaannya.

Merujuk pada Peraturan Presiden No. 19 tahun 2016 tentang “Jaminan Kesehatan” sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden (PP) No. 28 tahun 2016 mengatur sanksi bagi peserta yang telat bayar iuran lebih dari sebulan yaitu penjaminan pada peserta dihentikan sementara. Status kepesertaan akan kembali aktif setelah peserta melunasi semua tunggakan dan membayar iuran pada bulan berjalan.

Jadi denda bulanan jika telat bayar iuran telah dihapus, diganti menjadi denda penonaktifan sementara jika telat bayar iuran lebih dari sebulan, serta ditambah denda rawat inap 2,5% apabila sebelum 45 hari sejak kepesertaannya diaktifkan kembali, peserta BPJS kesehatan sakit dan harus menjalani rawat inap dirumah sakit. Namun apabila peserta menggunakan kartu BPJS nya setelah 45 hari, maka tidak dikenakan sanksi denda rawat inap.

Contoh Perhitungan Denda Rawat Inap BPJS

Pak Ahmad seorang peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 1 beranggotakan 1 istri 2 anak (4 orang). Total iuran BPJS Kesehatan pak Ahmad Rp. 320.000.-/bulan (Rp. 80.000,- x 4).

Saat ini pak Ahmad sudah menunggak 3 bulan. Otomatis kepesertaan pak Ahmad dan 3 anggota keluarganya dinonaktifkan sementara sejak keterlambatan pembayaran iuran di bulan pertama.

Tanggal 10 November 2018 pak Ahmad sakit. Karena merasa akan rawat inap di rumah sakit, beliau membayar tunggakan BPJS selama 3 bulan sebesar Rp. 960.000,- (Rp. 320.000,- x 3 bulan).

Setelah tunggakan dibayar, otomatis kepesertaan BPJS Pak Ahmad aktif kembali. Tetapi hanya bisa digunakan untuk berobat saja, tidak untuk rawat inap. (Setelah lebih dari 45 hari baru bisa digunakan untuk rawat inap).

Denda rawat inap 2,5%

Tanggal 25 November 2018 pak Ahmad  masuk rumah sakit dan rawat inap (BPJS baru diaktifkan 15 hari). Nah.. disinilah pak ahmad kena denda rawat inap.

Setelah 3 hari menjalani perawatan, total biaya yang dikenakan rumah sakit sebesar Rp. 10.000.000,-

Cara menghitung denda rawat inap = 2,5% x Jumlah bulan tertunggak x Biaya rawat inap

Jadi denda rawat inap = 2,5% x 3 x Rp. 10.000.000,- hasilnya Rp. 750.000,-

Jadi total keseluruhan biaya yang harus di bayar pak Ahmad jika dihitung dari jumlah tunggakan dan denda rawat inap maka sebesar Rp. 1.710.000,- 

Kesimpulan :

  • Aturan denda rawat inap 2,5% ini berlaku jika sebelum 45 hari sejak kepesertaannya diaktifkan, pak Ahmad rawat inap di rumah sakit.
  • Jika lebih dari 45 hari pak Ahmad tidak dikenakan denda rawat inap.
  • BPJS tidak mengenakan denda keterlambatan pembayaran iuran bulanan tetapi denda berlaku jika pak Ahmad menggunakan layanan rawat inap saja.
Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, anda bisa menghubungi Call Center BPJS Kesehatan 24 Jam di 1500400.

Demikian informasi tentang Denda BPJS Kesehatan Bila Telat Bayar Iuran. Semoga bermanfaat. [www.pediansa.com]

Belum ada Komentar untuk "Denda BPJS Kesehatan Bila Telat Bayar Iuran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel