BPJS Kesehatan Perusahaan – Karyawan Wajib Terdaftar

BPJS Kesehatan Perusahaan
Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 mewajibkan semua penduduk Indonesia untuk menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, tidak terkecuali bagi karyawan.

Karyawan Perusahaan termasuk Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha Swasta yang dikenai tarif BPJS Kesehatan sebesar 5% dari upahnya per bulan dengan ketentuan 4% dibayar oleh perusahaan dan 1 % dibayar karyawan melalui potong gaji. Jadi, bagi karyawan yang belum terdaftar BPJS Kesehatan Perusahaan silahkan mendaftar sebelum batas akhir 1 Januari 2019.

BPJS Kesehatan Perusahaan

Bagi karyawan perusahaan yang akan mendaftar BPJS Kesehatan dapat melalui perwakilan perusahaan masing-masing dengan langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan atau secara online. (Bagian HRD atau personalia yang mengurus)

Namun lebih baik lagi apabila perwakilan dari perusahaan datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan agar terhindar dari kesalahan pengisian data. Berikut langkah-langkah pendaftaran bagi karyawan/pekerja penerima upah :
  1. Perusahaan atau badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan dan anggota keluarganya ke kantor BPJS Kesehatan dengan melampirkan : Formulir registrasi badan usaha atau badan hukum lainnya.
  2. Mengisi data migrasi karyawan dan anggota keluarganya sesuai format yang ditentukan oleh BPJS Kesehatan .
  3. Perusahaan / badan usaha menerima Nomor Virtual Account (VA) untuk dilakukan pembayaran ke bank yang telah bekerjasama (BNI/BRI/Mandiri)
  4. Bukti pembayaran iuran BPJS diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh perusahaan / badan usaha.

Iuran BPJS Kesehatan Perusahaan

Biaya iuran BPJS Kesehatan badan usaha atau perusahaan berbeda dengan iuran BPJS mandiri. Iuran BPJS Perusahaan menggunakan sistem persentase gaji pokok dimana sebagian dibayar oleh pekerja dengan potong gaji, dan sebagian dibayar oleh perusahaan.

Besar kecilnya gaji pokok pekerja mempengaruhi iuran yang harus dibayarkan oleh pekerja. Semakin besar gaji pekerja tersebut maka semakin besar iurannya, semakin kecil gaji pekerja tersebut maka semakin kecil iurannya.

Iuran BPJS perusahaan yaitu sebesar 5% dari gaji/upah per bulan dengan ketentuan :
  • 4% dibayar oleh pemberi kerja (perusahaan)
  • 1% dibayar oleh peserta.

Jumlah peserta yang ditanggung oleh BPJS kesehatan adalah sebanyak 5 orang yaitu suami, istri, dan 3 orang anak. Sedangkan untuk tambahan keluarga PPU seperti anak keempat, kelima dan seterusnya, ayah, ibu atau mertua, maka pekerja akan mendapatkan tambahan biaya iuran sebesar 1% per orang.

Cara Menghitung Iuran BPJS Kesehatan Karyawan

Contoh penghitungan besarnya biaya iuran BPJS Kesehatan yang harus dibayar oleh karyawan dengan sistem potong gaji.

Pak Ali bekerja disebuah perusahaan dengan gaji Rp. 5.000.000,- maka perusahaan tersebut akan membayar iuran BPJS Kesehatan atas nama Pak Ali sebesar Rp. 250.000,- (5% x Rp. 5.000.000,-) rinciannya :

Perusahaan : 4% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 200.000,-
Pak Ali (potong gaji) : 1% x Rp. 5.000.000,- = Rp. 50.000,-

Iuran BPJS Kesehatan Perusahaan sebesar Rp. 250.000,- ini bisa untuk 5 orang (Pak Ali, istri dan 3 orang anak). Hak perawatan yang didapat Pak Ali dan keluarga adalah Kelas 1 karena penghasilan Pak Ali diatas Rp. 4.000.000. Sedangkan karyawan yang penghasilannya maksimal 4 juta mendapat perawatan Kelas 2.

Iuran BPJS ini lebih murah dibandingkan dengan iuran peserta mandiri, dimana untuk perawatan Kelas 1 sebesar Rp. 400.000,- (Kelas 1 @Rp. 80.000 x 5 orang).

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut, anda bisa menghubungi Call Center BPJS Kesehatan 24 Jam di 1500400.

Belum ada Komentar untuk "BPJS Kesehatan Perusahaan – Karyawan Wajib Terdaftar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel